Desember 2025 saya membaca sebuah forum diskusi yang banyak menceritakan pembuatan produk-produk digital. Dari sana obrolan menjadi berkembang ke arah pembelian-pembelian tools atau AI engine untuk membuat sesuatu yang spesifik. Misal membuat video, membuat suara, text to speech, dan lain-lain termasuk ada istilah vibe coding. Dan banyak juga hasil buatan developer dalam negeri untuk urusan-urusan tersebut dengan harga relatif murah. Dalam hati saya bilang, langganan AI yang code itu kali ya untuk belajar buat juga.
Disitulah kegelisahan saya muncul. Salah satu pemicu lainnya adalah proses membuat sebuah design website dengan editor Elementor sebagai template. Untuk berhadapan dengan client yang membawa ide dan berbagai detailnya, bisa dieksekusi. Begitu juga untuk project convert Figma, ini juga bisa diselesaikan. Tetapi saya memiliki keinginan lain yaitu author template Envato. Saya belajar pada kelas-kelas online dan beberapa forum, rasanya ini bisa saya kerjakan atau eksekusi juga. Tetapi dalam perjalanannya, idenya melompat-lompat dan tidak ada yang selesai dalam satu kesatuan template.
Dan itu mengganggu saya, bukan karena tekniknya tetapi membangun ide dan menjaganya hingga jadi. Maka setelah dari forum tersebut, hanya berbekal GPT Free saya mencoba memintanya membuatkan plugin yang bisa menghasilkan Template Siap Publish di Elementor. GPT menolak karena dia hanya bisa eksekusi teks bukan block code. Saya yang memang tidak menguasai coding, kembali mempertanyakan GPT bahwa code juga kumpulan teks format tertentu tetapi bukan berupa simbol, karakter khusus atau gambar.
Dan itu menjadi permulaan saya bahwa saya bisa manfaatkan GPT Free untuk mewujudkan ide saya. Karena GPT akhirnya bisa sepakat dengan saya. Kebetulan pada masa itu ada sebuah project web digital invitation dengan snap-scroll mode. Permasalahan yang muncul adalah ucapan kepada mempelai untuk di web digital invitation. Tampilannya menjadi jelek saat invitation itu sudah dibagikan dan undangan mulai diisi ucapan, snap-scroll-nya tidak mulus karena isi dari ucapan yang terlalu panjang.
Saat itu problem solvingnya adalah membuatkan pop-up untuk submited form ucapan, karena acaranya tidak terlalu besar dan web-nya ada di agency maka secara sederhananya saya buatkan model CPT saja untuk memanggil ucapan tersebut muncul di popup. Designya tetap rapi dan terjaga snap-scrollnya. Popup dibatasi dengan pagination.
Berbekal project tersebut, saya membawanya ke GPT dan Gemini untuk membuatkan form ucapan tersebut kedalam sebuah plugin addon Elementor. Apakah berhasil? Tentu tetapi tidak semulus saat ini. Karena saya memulainya tanpa keilmuan atau pengetahuan tentang coding. Semua saya bahasakan secara sederhana tetapi tetap dengan kaidah penulisan yang baik. Saya tidak menggunakan bahasa ucapan sehari-hari, seperti “buatin plugin dong”, “gimana caranya buat plugin”.
GPT memiliki kepintaran yang dapat diandalkan tetapi sulit dikendalikan agar tidak terlalu berlebihan. Maka diskusi mulai dari pengembangan ide awal, fitur-fiturnya, sistem yang akan diterapkan, brainstorming semua ada di GPT. Selain itu juga posisinya adalah problem solver karena idenya lebih kekinian. Dan sebenarnya saya bekerja lebih banyak dengan Gemini karena disana semua diproses, mewujudkan ide menjadi produk baik pembuatan plugin, tools atau automations. Karena intensitas komunikasi yang banyak dengan Gemini dalam mewujudkan ide, Gemini kadang membuka komunikasi dengan “pagi ide, malam sudah bisa kita testing”.
Berbekal perjalanan tersebut, akhirnya saya membuat pattern sendiri yang cocok dengan saya. Akhirnya saya mengerti bagaimana context dibangun dan mengeksekusinya runut hingga selesai. Bekerja dengan AI tidak sesulit itu dan juga bukan hal yang terlalu mudah. Hanya perlu kesadaran kita sebagai manusia bahwa kita sedang bekerja dengan mesin. Dia memiliki data dan bisa bekerja. Maka ide, pengalaman dan faktor manusia kita adalah kunci utamanya untuk meminta AI tersebut mengambil dan mengolah data yang ada sesuai kebutuhan saja.
Produk pertama adalah plugin form ucapan digital, lalu ke plugin Showcase Portfolio Addon, AI PowerKit, Yukdigitalz AI for Elementor. Disini saya sudah memiliki keinginan publish untuk umum plugin tersebut. Tetapi saya belum ada ide bagaimana membagikannya. Akhirnya saya buatkan saja di woocommerce agar ada dashboard member dan bisa dijual-belikan. Ternyata tidak cukup. Karena saya butuh juga seperti license manager agar lebih bagus. Lalu sistem afiliasi, dll. Bahkan membuat server update plugin. Akhirnya yang saya buat adalah ekosistem untuk saya sendiri. Maka selanjutnya ada Ventureshare (afiliasi), Storesync (panggil produk di store woocommerce kelintas domain), Commerce Flow (membuat link checkout woocommerce lebih mudah dan menjual), Yukdigitalz AI Gutenbergh (desain di editor Gutenbergh, mengacu pada kemudahan AI memindai konteks didalamnya yang tidak serumit Elementor) lalu Gitaz AI Asisstant.
Sebagian besar plugin tersebut sudah bisa digunakan bahkan dijual tetapi kendala kesibukan lain yang menyita pikiran. Jadi kendala dalam membuatkan tutorial, video, dll. Dan selalu dapat ajakan lain dari AI untuk membuat produk-produk baru lainnya. Automations adalah hal baru dengan n8n. Yang sudah berjalan adalah SEO Silo artikel, publish website dan sosmed serta monitoring web yang pernah kena malware.
Cerita perjalanan spesifik masing-masing plugin, tools atau automations akan saya bagikan juga satu per satu, tujuannya untuk penyemangat bagi yang saat ini masih ada ketakutan atau ketidaktahuan dalam memanfaatkan atau menggunakan AI. Update saat ini adalah GPT masih yang Free tetapi Gemini sudah ditingkatkan menjadi PRO.